SINDROM WANITA DEWASA (2)

Keputihan

Keputihan

B. Keputihan.

Keputihan (Leukorea) adalah penyakit yang umum di alami oleh hampir semua perempuan. Meski umum, bukan berarti penyakit ini boleh dianggap remeh. Apa saja penyebab keputihan?

Normalnya, seorang perempuan memang mengeluarkan lendir pada organ reproduksinya sebagai pembersih bagian tersebut. Seperti halnya lendir pada bagian organ lain seperti mulut, hidung dan lainnya. Lendir pada organ reproduksi juga menjadi penyeimbang suhu tubuh. Namun, apabila lendir di organ reproduksi jumlahnya banyak, berwarna putih seperti susu basi atau kuning kehijauan, bahkan berbau, baik disertai gatal atau tidak, maka keadaan ini disebut vaginistis (keputihan). Penyakit keputihan sangat sering dijumpai dan menjadi problem pada wanita. Sekitar 75 persen wanita di dunia pernah mengalaminya.

Banyak orang menyangka bahwa keputihan yang punya istilah medis leukorea atau fluor albus ini hanya kondisi yang normal saja. Padahal sewaktu-waktu lendir itu dapat jadi pertanda adanya penyakit yang perlu diwaspadai. Lendir dalam vagina sangat dipengaruhi dengan kondisi hormon. Soalnya, lendir itu terdiri dari epitel dan leukosit. Leukosit penting untuk membunuh kuman. Bila kandungan leukositnya meningkat pada lendir tersebut dan warnanya berubah, patut di curigai.

Ada beberapa penyebab keputihan, di antaranya infeksi oleh kuman (bakteri), jamur, parasit, dan virus. Keputihan juga bisa disebabkan oleh gangguan hormonal akibat mati haid (menopause), adanya keganasan atau kanker pada alat kelamin terutama leher rahim.

Jenis jamur yang biasa menyerang adalah candida sp yang menimbulkan rasa gatal. Beberapa keadaan yang menjadikan vagina menjadi tempat subur bagi pertumbuhan ini adalah ketidak seimbangan hormon reproduksi wanita yang terjadi pada kehamilan, penyakit diabetes, dan pada pemakai pil KB. Bila dibiarkan, jamur dapat menginfeksi dan melemahkan tubuh terhadap penyakit.

Pada beberapa penyakit kelamin seperti gonorhea atau sifilis dan lainnya, lendir itu mengandung bakteri. Seringkali lendir itu mengandung darah, nanah, dan berbau amis. Tak hanya itu saja, bagian vagina pun terasa nyeri, perih dan gatal. Bakteri yang menginfeksi adalah Gonococcus, trichomonas vaginalis, Enterobiasis, Chlamydia trachomatis, Gardnerella, dan Treponema pallidum. Biasanya, pengobatan yang diberikan adalah dengan antibiotik.

Virus pun bisa sajamenyerang organ ini, bila parah, akan terdapat luka. Contoh penyakit yang disebabkan virus adalah virus Human papilloma dan Herpes simplex. Serangan virus itu jadi pertanda gejala awal kanker leher rahim. Sementara, parasit penyebab keputihan adalah Trichomonas vaginalis, ditularkan dari senggama dan perlengkapan mandi, handuk atau bibir kloset.

Keputihan seringkali pula dikaitkan dengan kadar keasaman daerah sekitar organ reproduksi. Karena keputihan bisa terjadi karena pH vagina tidak seimbang. Sementara kadar keasaman vagina disebabkan oleh dua hal, faktor intern dan ekstern. Faktor intern antara lain dipicu oleh pil kontrasepsi yang mengandung estrogen, IUD yang bisa menyebabkan bakteri, trauma akibat pembedahan, kelamaan menggunakan antibiotik, kortikosteroid dan immunosupresan pada penderita asma, kanker atau HIV positif. Sedangkan faktor eksternal antara lain arah mencebok yang salah (seharusnya dari depan ke belakang), sering memakai tissu saat mencebok, kehamilan dan diabetes mellitus, pakaian dalam yang ketat, hubungan seks dengan pria yang membawa virus gonorrhea, menggunakan WC umum yang tercemar bakteri Chlamydia.

Menurut sebagian pakar penyakit kulit dan kelamin, keputihan lebih banyak keluar ketika perempuan ada pada siklus ovulasi menjelang menstruasi. Pada masa itu, hormon estrogen meningkat. Itulah yang menyebabkan lendir vagina pun meningkat jumlahnya. Di samping itu, jumlah lendirnya semakin banyak dimasa kehamilan seiring dengan meningkatnya hormon estrogen. Lendir tersebut bermanfaat menjaga kelembaban vagina dan elastisitas otot-otot sekitarnya. Hal ini bermanfaat untuk mempersiapkan jaringan tersebut untuk menjalani proses partus.

Untuk mengobati keputihan, harus diketahui sejauh mana tingkat keputihannya. Bila sudah tahu penyebabnya apa dan separah apa, tindakan pengobatan pun dapat dilakukan tepat sasaran. Saat ini banyak beredar beberapa produk yang diperuntukkan bagi kenyamanan organ genital dan diiklankan bisa menyeimbangkan kadar keasamannya, mencegah dan mengatasi keputihan. Baik dalam bentuk cairan pembasuh, cairan untuk disemprotkan ke dalam maupun tissu basah. Namun produk itu tidak terlalu bermanfaat bagi para wanita yang organ genitalnya ber pH normal. Pasalnya di dalam organ genital itu sudah ada bakteri yang selalu siaga menstabilkan tetap di pH 3,5 hingga 4,5.

Leukorea Menurut TCM:

Keputihan (Tay Sia) adalah lembab panas atau hambatan yang terbendung sehingga merembes ke bawah melukai meridian Tay sehingga terjadilah cairan lengket turun ke bawah melalui vagina terus menerus tak henti hentinya.

Penderita biasanya mengalami:

  • Penurunan berat badan
  • Bau badan berubah
  • Kulit kasar berminyak

Akupuntur Point

  1. Daimai (GB26)
  2. Ciliao (ST32)
  3. Zhongji (Ren3)
  4. Yinlingquan (SP9)

Tipe-tipe Leukorea:

1. Defisiensi Limpa (Lembab Panas dan Lembab dingin) / Pai Tay

Ciri-cirinya:

  • Keputihan terus terjadi kecuali pada masa menstruasi
  • Warna putih seperti warna tahu (putih susu)
  • Pasien merasa lelah sewaktu keputihan, mudah gemuk
  • Kadang-kadang feses tidak berbentuk
  • Selaput lidah putih lengket

Akupuntur Point:

  1. Titik dasar: Cungtu (LV6)/ Manipulasi Sedasi (20 menit)
  2. Pishu, Zhongwan, Zusanli (ST36), ci Hai (Ren6) / Manipulasi Tonifikasi (10 Menit)

2. Defisiensi Ginjal (Huang Tay)

Ciri-cirinya:

  • Keputihan jumlah banyak dan berwarna bening
  • Perut bagian bawah dan keempat anggota gerak dingin

Akupuntur Point:

  1. Titik dasar: Senshu, Mingmen (DU4), Cao Hai (KI6), Ran Ku (KI2) / Manipulasi Sedasi)
  2. Kuan Yen (Ren4), Ci Hai (Ren6), San Nin Ciao (SP6), Cu San Li (ST36) / Manipulasi tonifikasi

Untuk defisiensi ginjal dan limpa bisa di moxibusi

3. Infeksi: Ada Faktor Lembab dan Panas

Ciri-cirinya:

  • Keputihan banyak, berwarna kuning dan bau sekali
  • Terasa gatal
  • Bau badan
  • Mulut pahit
  • Urine kuning
  • Selaput lidah kuning

Akupuntur Point:

  1. Yanglinquan, Taichong, Quchi (Manipulasi Sedasi)
  2. SP9, Ren3, ST36, BL20, GB26, SP10, BL17 (Manipulasi Tonifikasi)

 

Dari berbagai sumber

 

Griya Terapi Sinergi Melayani Terapi Akupuntur di Batusangkar

Phone/WA: 085274308707 (melayani terapi panggilan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: